Sabtu, 07 Desember 2013




Tari Tauh Jambi merupakan tarian khas Daerah Lekuk 50 Tumbi Lempur, Kecamatan Gunung Raya. Pergaulan atau hungan muda-mudi (bujang gadis) digambarkan dalam tarian ini. Tarian ini telah ada sejak zaman dahulu sampai sekarang dan diwariskan secara turun temurun. Hingga akhirnya masyarakat tidak mengetahui siapa sebenarnya pencipta tarian yang telah mengakar ditengah-tengah masyarakat. Hari ini, tari Tauh Jambi sangat populer di Kabupaten Bungo sebagai tari tradisional yang sangat digemari masyarakat. 
Perayaan-perayaan, kenduri Sko, dan penyambutan tamu menjadi helatan saat tarian ini ditampilkan didepan public. Tarian Tauh Jambi biasanya ditarikan ketika menyambut Rajo dan  Berelek Gedang. Helatan yang paling sering dihiasi oleh tarian ini ialah Beselang Gedang atau gotong royong menuai padi ketika panen berlangsung. Oleh sebab itu, tarian ini juga menggambarkan perasaan suka cita dan syukur dari masyarakat adatnya. 
Seperti tarian Jambi pada umumnya, tarian ini dibawakan laki-laki dan perempuan secara berpasang-pasangan. Posisi tubuh dari tarian ini adalah kombinasi dari gerakan dalam posisi berdiri. Musik rebab, gong, dan nyanyian klasik yang disebut mantun mengiringi tarian ini. Empat laki-laki dan empat perempuan melenggok dalam alunan music melayu bersyair pantun. Uniknya, durasi tarian ini bergantung pada panjang pendeknya pantun yang disenandungkan dan kesanggupan penarinya sendiri. Tak jarang tarian ini berlangsung dari senja hari sampai pagi.
Selain menggambarkan rasa syukur dan suka cita masyarakat adatnya, tarian dan nyanyian ini juga mengisahkan kehidupan masyarakat desa, percintaan, dan adat istiadat. Busana khas Lumpur berwarna coklat membalut tubuh para penari. Tak lupa tutup hiasan perak digunakan untuk mempercantik penampilan para penari. Seperti juga tarian khas Jambi pada umumnya, tari Tauh Jambi ini acap dilakukan di lapangan terbuka namun ada juga di dalam ruangan hal itu sesuai dengan waktu dan acara.

Adapun musik pengiring ialah Kelintang Kayu, Gong, dan Gendang. Selain ketiga alat musik tersebut, biola digunakan sebagai alat musik melodik yang berlagam melayu. Pada saat sekarang Tari Tauh sering ditampilkan pada acara resmi yang diadakan Pemerintah kecamatan/kabupaten dan juga pada acara pernikahan. Sedangkan lagu yang mengiringi Tari Tauh adalah Krinok dan pantun-pantun anak Muda.

Makanan Jambi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghEX3qTC1BnxdEJxKtosE9pm5vOtZSKZfLJTq9kiFaO3ai-dkGB9haFoNqn4mJx4Xhe7ysmYwOD0DJPZLBT8XXFwkzh2SOuVG2cd46wGttvRxzaLnMDsDpmCKvyG2Bv0cpKsIknf4HJUI/s320/Picture13.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcrzrWXUiXXAfbHvsYeOh9IsDqYpdNm2ub7VhFpwUYvaxDufz_Wjkdg4Srm8EUf9GpnCEQYISk61BginZWaTK-beuNwRC0q5AJAmFP7WXErN7_KgFKX5rFQXksqdA9JtiNbf9FOYzkLRY/s320/Picture12.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir7G9zLUNuuljKiecOdl9PP2vAC5Mo4739b6N6rRcssucGOXHKltCb0ZAUIlXKXl83uOJKHA4rwliSpFA55G9m9WQI2wcyF7CuJKulYGW2bzQvrPnxAkqbaTuOMpb0btVrUf_QrnPnBJg/s1600/Picture10.jpg

 



 










Berbicara mengenai masakan khas daerah tentunya Indonesiadilimpahi oleh kuliner tradisional yang tak ada habisnya, bayangkan saja ada banyak masakan khas yang berasal dari berbagai daerah.
Salah satunya adalah masakan khas asal Jambi, yaitu:

ü    Tempoyak,
ü    Gulai tepe ikan,
ü    dan pindang ikan.

Ketiga menu khas jambi itu memiliki citra rasa sendiri dan sudah terkenal sampai luar daerah.Tempoyak merupakan masakan unik dengan cita rasa agak berbeda dari kebanyakan masakan lain, sebab salah satu bahan masakannya menggunakan durian.

Tempoyak memiliki jenis yang beragam (sesuai dengan selera), seperti, tempoyak gurame, tempoyak udang, tempoyak gurame, tempoyak patin, dengan bahan dasar yang dicampur durian, namun tastednya begitu memuaskan selera.Tempoyak merupakan makanan yang berasal dari buah durian yang difermentasikan. Rasanya sangat mengundang selera. Tidak ada orang asli Jambi yang tidak pernah mencicipi makanan terbuat dari asam durian itu.Tempoyak asli Jambi biasanya baru bisa ditemukan di Jambi ketika musim durian tiba. Tempoyak bisa digunakan untuk membuat berbagai menu seperti gulai—gulai tempoyak—yang cukup terkenal dan menjadi menu utama beberapa restoran dan rumah makan yang menjajakan masakan khas Jambi.

Huh pasti enak,,,,apalagi tempoyak dipadu dengan salah satu ikan pavorite Propinsi Jambi yaitu ikan sema yang hidup di perairan deras bagian barat propinsi jambi. Biasanya ikan sema ini dahulu kala santapan untuk raja-raja di propinsi jambi. Raja-raja saja senang sobat apa lagi kita.
Selain gulai, tempoyak juga bisa dibuat untuk jenis masakan lain seperti sambal tempoyak dan gulai tempoyak ikan sungai. Tempoyak Jambi sangat lezat jika dimasak menggunakan ikan sungai. Bumbu yang digunakan adalah cabai dan kunyit yang dihaluskan. “Kemudian dicampur air, panaskan hingga mendidih, lalu masukkan ikan,” kata Nyimas Farida, pemilik rumah makan yang menyediakan masakan khas Jambi.Menurut Nyimas, tempoyak berbeda-beda rasanya, tergantung pengasaman durian yang telah dilakukan. “Jika terbuat dari durian asli, rasanya pasti lebih asli dan enak,” ungkapnya. Aroma khas dari gulai tempoyak beserta rasanya menjadikannya memiliki citarasa tersendiri.

Meski gulai tempoyak dan pindang ikan juga bisa ditemui di daerah lain selain Jambi, rasanya pasti berbeda. “Beda pindang Palembang dan pindang Jambi adalah penggunaan buah nanas,” katanya.Pindang Jambi tidak menggunakan nanas, seperti pindang khas Palembang. Hanya meggunakan bumbu seperti kunyit, jahe, lengkuas, serai, bawang putih, dan bawang merah serta cabai. “Jika pindang daging, semua bumbu dihaluskan. Sedangkan memasak pindang ikan, bumbu tersebut diiris-iris saja,” jelasnya.
Selain dua masakan di atas, Jambi juga memiliki masakan khas lain, yakni gulai tepe ikan dan malbi. Gulai tepe ikan terbuat dari ikan gabus yang dihaluskan dicampur tepung dan telur, kemudian diadon hingga meyerupai adonan pempek. Kemudian adonan direbus, setelah dingin dipotong persegi, dan dimasukkan ke gulai santan.
“Masakan ini khas Seberang (Seberang Kota Jambi, red). Citarasa asam nanas sangat terasa dalam gulai itu,” jelas Nyimas lagi. Sementara malbi adalah masakan gulai daging, namun memiliki citarasa manis karena dimasak dengan kecap dan sedikit gula merah. “Namun rasa gurih tetap tercipta dalam masakan itu,” katanya.
Jika teman-teman penasaran ingin mencoba menu unik yang satu ini,saat berada di Jambi sempatkanlah sejenak untuk mengunjungi wisata Jambi dan menikmati hidangan khas Jambi yang disuguhkan di Kedai Ombai, bertempat Jalan Jelani, Jambi.